Mobil hasil rakitan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Solo "Esemka" harus mampu memicu universitas dan lembaga riset milik negara menciptakan inovasi-inovasi produk. Dengan kemampuan yang dimiliki, menurutnya, perguruan tinggi dan lembaga riset bisa melakukan inovasi lebih dari yang dilakukan para siswa SMK.
"Di tengah minimnya dana dan peralatan, SMK Negeri 2 Solo bisa merakit mobil. Seharusnya perguruan tinggi dan lembaga riset bisa lebih dari itu," kata Rohmani, Senin (9/1/2012), di Jakarta.
Rohmani mengatakan, universitas seperti ITB, UI, UGM, dan ITS seharusnya termotivasi dengan kemampuan para siswa SMK. Ia menekankan, capaian pelajar SMK itu menjadi pelajaran bagi perguruan tinggi dan lembaga riset.
"Kita akui, dana riset masih rendah. Tetapi, jangan selalu menjadikan itu sebagai alasan bagi kita untuk tidak berkreasi," katanya.
Ia menambahkan, sistem dan tata kelola pendidikan tinggi memicu rendahnya inovasi dan kreasi para mahasiswa. Tuntutan agar mahasiswa menyelesaikan studinya dengan cepat, dinilai menafikkan bahwa para mahasiswa tersebut juga harus mengasah kemampuannya.
Oleh karena itu, Rohmani berharap, Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemdikbud) segera menata ulang tata kelola pendidikan tinggi. Ya memang saat ini di butuhkan keterampilan yang baik serta kemauan serta kerja keras demi menciptakan sesuatu yang bermanfaat.
Senin, 09 Januari 2012
Universitas Harus Belajar dari Esemka
Posted by Gamping Mengidul on 02.06. Berita - No comments
0 komentar:
Posting Komentar