Jumat, 23 Desember 2011

UMY Bekerja Sama dengan Institusi dalam Antisipasi Bencana Alam

UMY Bekerja Sama dengan Institusi dalam Antisipasi Bencana Alam. International Program For Law & Sharia Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Yogykarta UMY (IPOLS FH UMY) menyelenggarakan Colloquium Sistem Pendaftaran dan Administrasi Pertanahan Pra dan Pasca Bencana Alam di Indonesia dan Malaysia sejak Selasa 20 Desember 2011 hingga Sabtu 24 Desember 2011. Acara ini dihelat bekerja sama dengan Institut Tanah Ukur Negara (INSTUN) Kementrian Sumber Asli dan Alam Sekitar Kerajaan Malaysia, serta Ahmad Ibrahim Kulliyyah of Laws, International Islamic University of Malaysia (AIKoL IIUM).

Menurut Direktur IPOLS UNY Yordan Gunawan, Colloquium menjadi sebuah ajang bertukar pikiran secara mendalam mengenai bagaimana proses administrasi dan inventarisasi tanah, baik sebelum maupun setelah bencana.

“Tidak hanya sekadar pada tataran teori, tetapi juga secara praktis. Pada akhirnya bersama-sama kita dapat menemukan sistem yang lebih baik”, jelas Yordan seperti dikutip dari laman UNY, Jumat (23/12/2011).

Yordan mengatakan, merancang sistem administrasi pertanahan yang jelas sebelum bencana terjadi adalah hal terpenting yang harus dilakukan oleh tiap negara, khususnya Indonesia. Pendaftaran kepemilikan tanah, pemberian hak, serta perundang-undangan lain sangat diperlukan untuk mengantisipasi kondisi tidak terduga pasca bencana alam, misalnya sengketa tanah.

Colloquium tersebut menghadirkan Dosen FH UMY Johan Erwin Isharyanto, serta Pimpinan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Wilayah DIY, Kabupaten Sleman, dan Bantul. Para pembicara tersebut menjelaskan sistem administrasi dan inventariasi tanah pra dan pasca bencana di daerah masing-masing.

“Kabupaten Bantul dan Sleman memiliki sistem yang cukup berbeda dalam penanganan hal ini. Di Sleman ada erupsi Merapi, di Bantul ada gempa bumi dan lain-lain. Sehingga kami perlu hadirkan keduanya,” ujar Yordan.

Yordan juga menjelaskan, kegiatan semacam ini memang diadakan rutin oleh INSTUN di berbagai negara yang kerap mengalami bencana alam. Hal ini dilakukan pemerintah Malaysia untuk mengantisipasi bencana yang bisa datang tidak terduga.

“Sebuah kebanggaan yang sangat besar bagi UMY atas kepercayaan yang diberikan untuk bekerja sama langsung dengan pihak Kerajaan Malaysia,” kata Yordan.

Dia berharap, kerja sama seperti ini terus berlanjut demi hubungan baik Indonesia, secara khusus UNY dengan Malaysia. “Ini merupakan aktivitas luar biasa demi perkembangan kualitas edukasi kedua negara. Sungguh mulia kiranya saat kita bersama-sama berupaya meminimalisasi permasalahan yang muncul akibat bencana alam di dunia,” tuturnya.

Program yang sangat bagus sekali sehingga dapat bekerja sama dalam bidang apapun juga antar negara tetangga.

0 komentar:

Posting Komentar